Tertib Lalu Lintas di Terminal Depok

Detik Depok- Di awal tahun 2012 ini UPT Terminal Depok terus berupaya meningkatkan ketertiban dan kenyamanan bagi para pengguna angkutan umum di kawasan Terminal Depok, Jalan Margonda Raya.

Kesibukan dan kepadatan aktivitas masyarakat dapat dirasakan setiap hari di sekitar Jalan Margonda, terutama pada jam-jam kerja. Banyaknya kendaraan yang melintas di sekitar jalan tersebut membuat kemacetan terutama di pintu masuk  Terminal Depok.  Menurut keterangan M. Anyar, staf UPT Terminal Depok, jumlah kendaraan yang masuk ke terminal Depok setiap harinya sekitar 2.500 angkutan.

Untuk mengurangi kepadatan lalu lintas akibat banyaknya kendaraan umum yang masuk ke dalam terminal, UPT Terminal Depok melakukan langkah-langkah peningkatan fasilitas berupa :


  1. Pembuatan jalur khusus pejalan kaki, berupa pagar pembatas jalan dimulai dari bawah Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) sampai depan pintu keluarnya angkutan dari terminal.
  2. Memperbaiki sarana jalan yang berlubang di dalam terminal
  3. Mengatur arah angkutan umum yang masuk ke terminal. Angkutan umum yang berasal dari utara terminal (arah Jakarta), seperti bis-bis AKAP, dan angkutan kota  diarahkan masuk ke dalam terminal dan keluar dari pintu keluar ke arah jalan Margonda. Sedangkan angkutan umum yang berasal dari selatan, diarahkan ke dalam terminal dan keluar ke Jalan Arif Rahman Hakim (bawah fly over).
  4. UPT Terminal Depok membatasi  waktu berhenti (ngetem) tiap angkutan umum maksimal 3 menit di dalam terminal, untuk mengatasi  kemacetan di pintu masuk dikarenakan jumlah armada yang terlalu banyak.
  5. Tambahan personil dari Dinas Perhubungan untuk mengarahkan para calon penumpang dan angkutan umum
  6. Merangkul masyarakat terminal (pedagang, pengamen, sopir angkot) untuk lebih peduli dengan keamanan dan kebersihan terminal. Bila ada kriminalitas yang terjadi di dalam terminal, maka masyarakat dapat langsung menyerahkan pada pos pol terminal.

Untuk mengatasi kriminalitas di dalam angkutan umum, pemerintah kota Depok telah memberikan suatu identitas kepada sopir angkutan kota berupa pakaian seragam. Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan adanya ‘sopir-sopir nakal’. 3 trayek yang sudah diberikan pakaian seragam sopir ini diantaranya D08, D09 dan D10. Pemerintah juga melakukan penertiban  razia kaca-kaca gelap.Tertib Lalu Lintas di Terminal Depok
Di awal tahun 2012 ini UPT Terminal Depok terus berupaya meningkatkan ketertiban dan kenyamanan bagi para pengguna angkutan umum di kawasan Terminal Depok, Jalan Margonda Raya.

Kesibukan dan kepadatan aktivitas masyarakat dapat dirasakan setiap hari di sekitar Jalan Margonda, terutama pada jam-jam kerja. Banyaknya kendaraan yang melintas di sekitar jalan tersebut membuat kemacetan terutama di pintu masuk  Terminal Depok.  Menurut keterangan M. Anyar, staf UPT Terminal Depok, jumlah kendaraan yang masuk ke terminal Depok setiap harinya sekitar 2.500 angkutan.

Untuk mengurangi kepadatan lalu lintas akibat banyaknya kendaraan umum yang masuk ke dalam terminal, UPT Terminal Depok melakukan langkah-langkah peningkatan fasilitas berupa :

Pembuatan jalur khusus pejalan kaki, berupa pagar pembatas jalan dimulai dari bawah Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) sampai depan pintu keluarnya angkutan dari terminal.
Memperbaiki sarana jalan yang berlubang di dalam terminal
Mengatur arah angkutan umum yang masuk ke terminal. Angkutan umum yang berasal dari utara terminal (arah Jakarta), seperti bis-bis AKAP, dan angkutan kota  diarahkan masuk ke dalam terminal dan keluar dari pintu keluar ke arah jalan Margonda. Sedangkan angkutan umum yang berasal dari selatan, diarahkan ke dalam terminal dan keluar ke Jalan Arif Rahman Hakim (bawah fly over).
UPT Terminal Depok membatasi  waktu berhenti (ngetem) tiap angkutan umum maksimal 3 menit di dalam terminal, untuk mengatasi  kemacetan di pintu masuk dikarenakan jumlah armada yang terlalu banyak.
Tambahan personil dari Dinas Perhubungan untuk mengarahkan para calon penumpang dan angkutan umum
Merangkul masyarakat terminal (pedagang, pengamen, sopir angkot) untuk lebih peduli dengan keamanan dan kebersihan terminal. Bila ada kriminalitas yang terjadi di dalam terminal, maka masyarakat dapat langsung menyerahkan pada pos pol terminal.
Untuk mengatasi kriminalitas di dalam angkutan umum, pemerintah kota Depok telah memberikan suatu identitas kepada sopir angkutan kota berupa pakaian seragam. Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan adanya ‘sopir-sopir nakal’. 3 trayek yang sudah diberikan pakaian seragam sopir ini diantaranya D08, D09 dan D10. Pemerintah juga melakukan penertiban  razia kaca-kaca gelap.(www.depok.go.id,Tertib Lalu Lintas di Terminal Depok)

Share this

Related Posts

First