120 Unit Motor Bertambah di Depok Setiap Hari

DEPOK- Sebagai daerah penyangga ibukota, kian hari, Depok kian macet dan padat. Sebab, jumlah penambahan kendaraan roda dua dan roda empat per hari mencapai ratusan unit.



Rata-rata, setiap hari jumlah kendaraan di Depok bertambah mencapai 120 unit untuk roda dua dan 30 unit untuk roda empat. “Pada musim tertentu penambahan kendaraan di Kota Depok bisa mencapai 200 unit untuk roda dua dan 40 unit untuk kendaraan roda empat per hari,” kata Kepala Seksi Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (PKB BBNKB) Dinas Pendapatan Provinsi Jawa Barat Cabang Pelayanan Wilayah Kota Depok I Iwa Sudradjat, Kamis (2/2/2012).
Menurut Iwa, Kota Depok termasuk klasifikasi A1 atau kelas dengan pendapatan kendaraan tertinggi di Jawa Barat. Empat wilayah lainnya yang masuk klasifikasi tersebut yaitu Cibinong (Kabupaten Bogor), Bekasi, Cikarang (Kabupaten Bekasi), dan Pajajaran (Kota Bandung).
“Dari segi luas, wilayah Depok tergolong kecil yaitu membawahi tujuh kecamatan karena sudah dibagi dua dengan Samsat Cinere. Bandingkan dengan Cibinong yang masih membawahi 41 kecamatan,” jelasnya.
Meskipun demikian, kata Iwa, tidak semua penambahan kendaraan tersebut tergolong baru. Ada juga penambahan kendaraan yang mutasi dari daerah lain. Namun jumlahnya relatif lebih kecil dibandingkan kendaraan baru. “Hanya sekira 10 persen,” ujarnya.
Iwa melihat banyaknya kendaraan baru tersebut disebabkan karena diferensiasi harga motor yang tidak berbeda jauh, antara yang lama dan baru. Selain itu, saat ini pembelian kendaraan dipermudah dengan sistem kredit melalui leasing, terutama untuk roda dua.
Sebelumnya, Wakil Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Depok Tondowiyono, mengatakan bahwa penambahan kendaraan pribadi yang cukup tinggi tersebut membuktikan bahwa angkutan kota bukan satu-satunya biang kemacetan di Kota Depok. Data yang diperolehnya dari Samsat Depok, setiap bulan bertambah 500 mobil pribadi di Depok.
“Yang perlu dievaluasi adalah bertambahnya jumlah kendaraan pribadi yang memadati Kota Depok. Tapi memang harus diakui bahwa perilaku sopir angkot seringkali menimbulkan kemacetan, jumlah angkot hanya 2960 unit dan tak pernah bertambah dari tahun 2005,” tegas Tondo. (www.okezone.com)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »