Pemkot Depok akan Melakukan Operasi Pasar BBM

Depok - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok ajukan permohonan untuk mengadakan operasi pasar. Hal itu dilakukan dalam rangka mengantisipasi rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tanggal 1 April 2012.

"Kami sudah ajukan ke pemerintah provinsi jawa barat dan pemerintah pusat untuk melakukan operasi BBM," ujar Wakil Wali Kota Depok, Idris Abdul Shomad, di Balai Kota, Senin (12/3).

Menurut dia, operasi pasar tersebut terutama pada beras, gula pasir, dan minyak goreng. Tiga komoditi tersebut dianggap berpengaruh pada inflasi Kota Depok.

Idris mengatakan, dirinya juga akan meminta pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk mengawasi peredaran bahan makanan pokok. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi penimbunan.

Menurut Idris, Pemerintah Kota Depok juga berhak untuk melakukan monitoring ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). "Setiap SPBU juga akan melaporkan distribusi bbm-nya pada pemerintah," kata dia.

Sementara itu beberapa harga bahan pokok mulai mengalami kenaikan hingga mencapai sepuluh persen. Salah satu pemilik toko Sembako di Pasar Kemiri Muka, Radian (54), mengatakan terjadi kenaikan di beberapa komoditas. Kenaikan tersebut diantaranya adalah gula putih yang sebelumnya Rp 9.800 per kilo gram menjadi Rp 10.800 per kilo gram. Begitu juga minyak goreng yang sebelumnya Rp 10.000 per kilo gram menjadi Rp 10.500 per kilogram. "Padahal harga BBM belum naik, kalau sudah naik akan bertambah lagi," ujarnya.

Menurut Radian, para pedagang sudah mulai banyak yang mengeluhkan kenaikan BBM tersebut. Belum lagi banyak pembeli, yang kaget karena kenaikan sembako. "Tak jarang mereka marah, kita yang harus sabar jelaskan," katanya.

Hal serupa dikatakan pedagang sembako lainnya, Neneg (40). Dia mengatakan, harga sudah mulai naik meskipun belum signifikan. Misalnya saja beras yang sebelumnya 9.900 per kilogram menjadi Rp 10.000 per kilo gram.

Menurut Neneng, kenaikan tersebut merugikan pedagang karena pembeli banyak yang lari. Dirinya tidak bisa berbuat apa-apa karena harga tetap disesuaikan dengan harga pasar. "Para pembeli banyak yang kompain," katanya.

Neneng berharap pemerintah segera mencari solusi untuk menghadapi dampak negatif kenaikan BBM. "Jangan sampai kami yang sudah susah menjadi semakin susah," katanya. (A-185/A-147

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »