Warnet di Kota Depok akan Ditertibkan

Depok - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok berencana menertibkan para pengusaha Warung Internet (Warnet) di Kota Depok. Mereka diminta untuk hanya menyediakan game online yang bersifat edukasi.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfor) Kota Depok, Herry Pansila, di Depok, Minggu (11/3). Dia mengatakan, Dinas Kominfo akan mengundang para pemilik warnet untuk melakukan sosialisasi mengenai penertiban tersebut. “Kami akan mengundang para warnet dan meminta menyediakan game online edukasi yang berguna bagi anak-anak,” ujarnya.

Dia mengatakan, saat ini banyak ditemukan game online yang mengandung unsur kekerasan. Hal itu tentu mulai meresahkan perkembangan generasi muda. Apalagi tak jarang anak-anak remaja, bahkan di bawah umur rela berjam-jam hanya untuk menikmati tawaran internet.

Menurut Herry, salah satu dampak game online yang sarat akan kekerasan yaitu pada kasus siswa SDN 1 Cinere yang menusuk temannya sendiri, MAN (13). Ada indikasi bahwa MAN melakukan perbuatan itu karena mendpatkan inspirasi dari game on line.

Menurut Herry, internet juga memiliki dampak negatif lainnya seperti anak-anak yang tidak bisa lagi konsentrasi kepada pelajaran gara-gara kecanduan game. Kesehatan mereka pun akan menurun. “Kalau begini terus sepuluh tahun lagi kita akan kehilangan generasi masa depan,”katanya.

Saat pertemuan nanti, kata Herry, Diskominfo akan membuat semacam kesepakatan dengan para pengusaha warnet. Setelah itu pihaknya akan menghimbau dan melakukan pemantauan. “Jika mereka tidak mematuhinya, maka kami akan menempel tanda pada warung internet itu. Bisa saja semacam stiker seperti tanda haram pada makanan,” katanya.

Herry mengaku tidak bisa melarang warga bermain game on line. Namun pihaknya akan bekerjasama dengan ahli teknologi informatika untuk membuat game edukasi sebagai pengganti game yang dianggap merusak mental anak-anak. “Misalnya saja game perang-perangan yang sarat kekerasan. Pemerintah wajib melindungi masyarakat yang menjadi konsumen,” katanya.

Selain konten game, kata Herry, Pemerintah Kota Depok juga akan menerapkan larangan masuk ke warnet dengan menggunakan seragam sekolah. Saat ini, ada ribuan warnet yang tersebar di Depok. Tidak jarang para siswa sekolah bermain game dengan memakai baju sekolah pada jam sekolah. Bahkan, setelah dari sekolah, mereka bisa duduk di warnet sampai larut malam.

Herry menegaskan, pihaknya juga akan membahas peraturan daerah (Perda) tentang informasi sehat yang mengatur mengenai tata kelola internet yang sehat sekaligus sanksinya. “Belum ada aturan mengenai sanksi, namun kami sedang merencanakannya,” ujar dia.

Sekretaris Komisi Sosial DPRD kota Depok, Sri Rahayu Purwatiningsih menilai rencana Diskominfo itu baik untuk melindungi generasi masa depan. Hal itu juga sesuai dengan undang-undang perlindungan anak. "Peraturan itu akan melindungi anak dari kekerasan dunia maya," katanya.

Dia mengatakan, kebijakan tersebut juga sesuai dengan aturan yang ada di provinsi jawa barat. Namun, dirinya belum tahu bagaimana teknis dari kebijakan tersebut. Menurut Ayu keinginan tersebut harus ditopang dengan rancangan teknis yang baik. "Saya akan konfirmasi dulu dengan Diskominfo mengenai teknis lapangannya," ujarnya.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »