Annisa Tewas, Dewan Akan Panggil IDI dan RS

Depok -  Anggota Komisi Kesehatan Dewan Perwakilan Rakyat, Poempida Hidayatullah, berencana memanggil pengelola Rumah Sakit Atma Jaya Jakarta untuk meminta keterangan terkait meninggalnya mahasiswi Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, Annisa Azward. Poempida menilai Atmajaya yang berlokasi di Pluit berlaku komersil dalam melayani pasien.


"Peran rumah sakit Atmajaya lebih komersial daripada mementingkan kepentingan sosial," kata Poempida ketika dihubungi, Senin, 11 Februari 2013.

Annisa Azward, 20 tahun, meloncat dari angkot U10 jurusan Sunter-Kali Pasir, Rabu lalu. Diduga korban ketakutan karena mengira akan dibawa kabur oleh sopir angkot. Saat itu korban yang merupakan mahasiswi semester IV Universitas Indonesia Depok ini mengaku salah naik angkot U10 ke arah Kalipasir, bukan ke arah Sunter yang biasanya dinaiki. Karena itu, ia meminta turun dan berencana putar-balik menggunakan angkot serupa ke arah Sunter.

Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Atma Jaya. Karena alasan biaya, akhirnya dia dipindahkan ke RS Koja. Selama dirawat, pada Kamis lalu, 7 Februari 2013, korban mengeluhkan sakit di bagian kepala sebelah kanan akibat benturan cukup keras dengan aspal jalan. Annisa akhirnya meninggal. Jenazah Annisa diterbangkan ke Bukittinggi.

Menurut Poempida, seharusnya pertolongan awal dapat dilakukan oleh rumah sakit mana pun tanpa harus memikirkan administrasi biaya, jika memang situasinya darurat. "Sifatnya kan hanya pertolongan pertama, jika kemudian perawatan selanjutnya dapat diarahkan kepada RS yang memang menjadi tanggung jawab pemerintah," kata politikus Partai Golkar ini.

Poempida berencana meminta Komisi Kesehatan DPR memanggil Kementerian Kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia, dan RS Atmajaya tersebut untuk dmintai keterangan. Setelah mendengarkan, Komisi Kesehatan akan menentukan sikap selanjutnya. (kesehatan depok, tempo.co)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »