Buruh Depok Tolak Kenaikan TDL

Depok -  Ratusan buruh sektor metal di Depok pagi ini akan bergabung dengan ribuan buruh lainnya di Jakarta untuk berunjuk rasa ke Istana Presiden. Unjuk rasa tersebut digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Forum Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) se-Jabodetabek yang ke-14.



Sekretaris FSPMI Wido Pratikno mengatakan sebanyak dua bus buruh Depok berkumpul di depan pabrik PT Sanyo Jalan Raya Bogor, Cimanggis, Depok. Salah satu tuntutannya yakni menolak kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL).

"Tuntutannya, agar jalankan jaminan sosial, tolak penangguhan upah, lalu mengubah Permenaker yang mencantumkan perhitungan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) 60 item menjadi 80 item, serta tolak kenaikan TDL," ujarnya kepada Okezone, Selasa (5/2/2013) malam.

Wido menjamin tak akan terjadi aksi sweeping kepada seluruh buruh yang tak ikut berdemo. "Enggak ada sweeping, karena kami simbolis rayakan ulang tahun sambil menyampaikan aspirasi," paparnya.

Sementara itu, aksi FSPMI mendapatkan dukungan dari buruh Depok lainnya. Pengurus Serikat Pekerja yang bekerja di PT Meiwa, Sugino mengatakan kenaikan TDL memang dapat mengancam nasib industri dan dikhawatirkan mengorbankan para buruh.

"Sebetulnya secara langsung belum, gaji Januari juga kan belum diterima masih nanti. Jadi perusahaan belum kelihatan dampaknya," ungkapnya.

Sugino menambahkan dampak kenaikan TDL terhadap buruh secara langsung dirasakan pada listrik rumah tangga. Sebab, lanjutnya, hal itu memberatkan buruh yang baru saja menikmati kenaikan Upah Minimum Kota (UMK).

"Listrik yang 900 dan 1.300 saja kena, kami juga berat, belum lagi industri, cost tinggi, nanti diambil dari cost operasional," keluhnya. (sosial depok, okezone.com)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »