Larangan Valentine menurut Pelajar Depok

Depok - Para pelajar Depok menanggapi beragam larangan Wakil Wali Kota Depok Idris Abdul Somad untuk merayakan Hari Kasih Sayang alias Valentine. Pelajar SMK Izzata Depok, Andita, 16 tahun, setuju dengan larangan tersebut. Alasannya, “Valentine tidak mempunyai arti apa-apa. Saya tidak pernah merayakan,” kata dia, Selasa, 12 Februari 2013.



Berbeda dengan Andita, pelajar kelas XI sebuah SMA di Depok, Rika Asmawaty, 17 tahun, tidak setuju adanya pelarangan tersebut. Alasannya, kata dia, perayaan Valentine juga dikenal di agama lain. “Larangan itu pantasnya dikhususkan kepada orang Islam,” kata dia. Dia mengaku merayakan Valentine hanya sebatas dengan bertukar kado dengan teman-temannya.

Sebelumnya Wakil Wali Kota Depok Idris Abdul Somad mengimbau warga Depok tidak merayakan Valentine Day alias Hari Kasih Sayang. Dia menilai perayaan itu sama saja mendorong remaja untuk memasrahkan diri kepada kekasih. “Untuk itu, laranglah anak-anak Anda untuk merayakan Valentine," kata dia di Balai Kota Depok, Selasa, 12 Februari 2013.

Idris mengimbau sebaiknya orang tua mengajak anak-anaknya ke acara keagamaan pada Hari Valentine. Misalnya, hadir di peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang menunjukkan cinta kepada Rasul.

Imbauan itu didukung Nahdlatul Ulama dan Front Pembela Islam setempat. “Itu simbol  budaya orang kafir, budaya Barat, simbol kemaksiatan. Ironis saja kalau umat muslim rayakan itu," kata Ketua FPI Kota Depok, Habib Idrus Al Gadhri. (Pendidikan Depok, Tempo.co)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »