Masih Ribuan Warga Depok di Bawah Garis Kemiskinan

Depok - Setiap tahun, pemerintah Kota Depok terus menekan angka kemiskinan. Namun sampai saat ini, berdasarkan data BPLS (Bantuan Langsung Pemberdayaan Sosial) jumlah orang miskin di Depok tahun 2011 sebanyak 53.252 jiwa yang tersebar di 11 kecamatan.


"Yang paling banyak warga miskin ada di Tapos dan Pancoran Mas," kata Kepala Bagian Perencanaan Ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappeda) Djatmiko kepada wartawan, Kamis, 24 Januari 2012.

Berurutan warga miskin terbanyak per Kecamatan adalah di Kecamatan Tapos sebanyak 8.945 jiwa, Pancoran Mas sebanyak 7.370 jiwa, dan Bojongsari 3.829 jiwa. Sementara Kecamatan yang paling sedikit warga miskinnya adalah Cinere, yaitu 1.768 jiwa. "Daerah elit Cinere, merupakan kecamatan paling sedikit warga miskin," kata dia.

Djatmiko mengatakan, jumlah kemiskinan itu berdasarkan 14 kategori penilaian. Diantaranya, makan dua kali sehari, rumah dari bilik, tidak memiliki jamban, dan dari segi pendapatan per kapitalnya. Sementara program pengentasan kemiskinan yang dilakukan pemerintah Depok saat ini adalah dengan perbaikan Rumah Tidak Layah Huni (RTLH), penuntasan gizi buruk, dan pelatihan tenaga kerja. "Karena itu kami terus berkomitmen mendongkrak pendapatan asli daerah," kata dia.

Pemerintah Kota Depok telah menganggarkan 12,01 persen dari 1,9 triliun APBD 2013 untuk program penanggulan kemiskinan. Kepala Sub Tata Usaha Badan Pusat Statistik Kota Depok, Bambang Pamungkas mengatakan jumlah kemiskinan di Kota Depok itu sudah mentok dan sulit diatasi. Dengan presentasi itu, Depok adalah kota paling sedikit warga miskin kedua di Jawa Barat. "Jumlah itu sudah tergolong kemiskinan natural, udah dalam kategori susah (ditangani). Karena ini kan (warga) miskin kota," katanya.

Menurut dia, dibandingkan daerah-daerah lain yang angka kemiskinannya masih mencapai 10 pesen, Depok sudah tergolong bagus dalam kesejahteraan masyarakatnya. "Itu menandakan rata-rata orang Depok kesejahteraannya cukup," katanya. Saat ini, kata Bambang, Depok lebih fokus pada masyarakat rawan miskin. Bagaimana warga yang hidup sedikit di atas garis kemiskinan ini tertolong. "Agar tidak jatuh menjadi miskin," kata dia.

Bambang mengatakan, secara teknis perhatian itu dilakukan dengan melakukan sensus kembali pada mereka yang telah terdata, seperti mengecek pekerjaan mereka, pekerjaan mereka berapa, dan apa saja keahliannya. Jika memungkinkan pemerintah akan menyediakan berbagai cara supaya mereka bisa bekerja dan tidak terjerembap di bawah garis kemiskinan. "Yang sedikit di atas garis kemiskinan ini yang perlu diperhatikan," kata dia.

(ekonomi depok - tempo.co)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »