Pelebaran Jalan Memanjakan Para Pemilik Mobil

Depok - Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail memperlebar Jalan Margonda Raya hingga 32 meter dengan delapan jalur. Pelebaran ini merupakan bagian dari proyek pembetonan, pelebaran, dan pembuatan drainase di sepanjang Jalan Margonda Raya sampai Citayam, yang nilai anggarannya mencapai Rp 17 miliar. Sebelum 25 Desember ini, ditargetkan proyek ini rampung. “Kami yakin target terkejar,” kata Nur Mahmudi. Dengan adanya pelebaran dan perbaikan jalan itu, Nur Mahmudi mengklaim kemacetan di Depok akan berkurang 30 persen.


Namun pelebaran jalan ini diragukan keampuhannya dalam mengurangi macet. Menurut pengamat perencanaan transportasi dari Universitas Indonesia, Jachrizal Sumabrata, solusi atas kemacetan dengan memperlebar jalan hanya akan memanjakan masyarakat supaya memiliki mobil baru. "Kalau jalannya lancar, sementara kendaraan umum tak nyaman, ya semua pasti pilih pakai mobil pribadi," kata Jachrizal, Ahad 9 Desember 2012.

Menurut Jachrizal, pemerintah harus memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat dan memindahkan masyarakat ke kantor mereka dengan aman, lancar, dan tepat waktu. Kemacetan di Depok disebabkan oleh pemakaian kendaraan pribadi yang berlebihan. "Coba kalau mereka semua pakai kereta. Pasti tak akan macet," katanya.

Saat ini, ujar Jachrizal, kebijakan transportasi di semua kota di Indonesia, termasuk Depok, tidak menggambarkan kebutuhan masyarakatnya. Masyarakat tidak membutuhkan jalan yang lebar, tapi mereka perlu sampai ke kantor dengan cepat, lancar, dan aman. Akibatnya, daripada mereka menggantungkan harapan pada pemerintah yang tidak punya solusi, mereka memilih mengendarai mobil dan sepeda motor. "Mereka (masyarakat) tahu jalannya macet, tapi terserah. Kalau di jalan kena macet, naik trotoar sajalah," kata dia.

Menurut Jachrizal, jumlah mobil di jalan berlimpah karena pemerintah tidak memperhatikan pengembangan angkutan umum. Kalau kebijakan perencanaan transportasi sudah bagus, pasti tidak akan macet. ”Sekarang masyarakat berpikir, kalau jalan kaki jauh lebih buruk daripada naik mobil, untuk apa mereka memilih jalan kaki. Kalau jalan kaki terkilir karena lubang atau akan ditabrak, maka hanya orang bodoh yang pilih jalan kaki," kata dia. (tempo.co.id)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »