'One Day No Rice' Depok Dinilai Diskriminatif

Depok - Pengamat Sosial dan Peneliti Kajian Budaya Universitas Indonesia (UI), Devie Rahmawati mengkritisi kebijakan One Day No Rice yang dikampanyekan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.
Sebab, istri Wali Kota Depok, Nur Azizah, menggunakan mobil pribadi ke Balai Kota Depok saat ODNC diberlakukan, yakni setiap Selasa.



Menurut Devie, seharusnya pemimpin menjadi contoh dan teladan. Sehingga apabila ada peraturan, semestinya seorang pemimpin harus memberi contoh terlebih dahulu.

"Kalau ada aturan larangan merokok bagi anaknya, harusnya bapaknya jangan merokok, itu hal paling dasar. Kalau masih berupaya cari alasan dan memberi peluang tak jalankan itu, berarti masih ada 'diskon' dalam kebijakan itu. Harusnya adil tak memandang siapapun. Jangan ada diskon," katanya, Rabu (6/3).

Devie mengatakan aturan seharusnya diberlakukan pada siapapun, termasuk keluarga. Menanggapi hal itu, Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail, mengatakan kebijakan ODNC tidak perlu dikaji ulang.

Menurutnya, program tersebut seharusnya justru lebih didalami. Ia menambahkan, ODNC dapat menghemat subsidi BBM sebesar 20 persen. "Penghematan 20 persen kebutuhan aparatur berkurang, itu kalau PNS. Kalau orang biasa 13 persen. Sangat dirasakan hemat kantong dan hemat dana pemerintah, itu dari sisi energi," katanya.

Selain itu, ia mengatakan dapat mengurangi volume kendaraan dan tingkat polusi. Namun, ODNC tidak berlaku bagi para tamu khusus, seperti Ketua PKK yakni istri Nur Mahmudi, karena bekerja untuk sosial.

"Pertama, siapa saja orang yang kami undang untuk jadi pembicara silakan pakai mobil. Lalu tamu daerah lain atau rombongan DPRD daerah lain, silakan. Termasuk Ibu PKK bukan untuk pribadi, karena untuk kerja sosial. Bukan kebijakan Nur Mahmudi lho," katanya. (berita depok, republika.co.id)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »