Tegur Supir Bila Merokok dalam Angkot

Depok -  Masyarakat sebaiknya tidak segan menegur sopir atau penumpang angkutan umum yang merokok karena seharusnya angkutan umum merupakan kawasan tanpa rokok (KTR) berdasarkan PP Tembakau.



“Kalau kita lihat di luar negeri sudah berhasil dengan baik, memang karena penumpang bilang tidak, kamu harus berhenti merokok (ke sopirnya), ini sudah ada aturannya,” ujar Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi usai sosialisasi Peraturan Pemerintah (PP) Tembakau kepada anggota Kaukus Kesehatan DPR RI di Gedung GBHN Nusantara V, di Jakarta.

Dalam PP No 109/2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan atau sering disebut PP Tembakau disebutkan bahwa angkutan umum merupakan kawasan tanpa rokok (KTR) selain di lokasi lain seperti fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, tempat kerja, tempat umum serta tempat lain yang ditetapkan.

Namun untuk pelaksanaannya, Pemda diminta untuk mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur lebih rinci mengenai lokasi KTR termasuk denda yang akan diterapkan bagi pelanggaran yang dilakukan.

“Aturan yang paling ampuh itu Perda, itu kekuasaan pemerintah daerah untuk membela rakyatnya. Tapi sekali lagi, bagi saya, masyarakat yang paling penting. Jika masyarakat tidak mau mentolerir terhadap orang yang meracuni dirinya, maka itu akan berhenti sendiri,” ujar Nafsiah.

Menkes bahkan menyarankan agar para penumpang kompak menegur supir angkutan yang merokok dan melakukan aksi protes jika sopir tidak mau berhenti merokok dengan turun dari angkutan beramai-ramai.

“Turun ramai-ramai, ganti dengan angkutan yang memang memberikan hawa, lingkungan yang bersih,” kata Menkes menyarankan. (depoknews.com)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »