Agro Wisata Belimbing Dewa, Buah Ikon Depok

Depok -Ingin memanjakan lidah dengan menikmati, mencicipi, dan merasakan manisnya buah Belimbing Dewa langsung dari pohonnya. Tak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Apalagi sampai melakukan perjalanan ke Kota Blitar, Jawa Timur (Jatim) atau Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng). Anda cukup mendatangi wilayah Jawa bagian barat tepatnya, Kota Depok.


Depok tak hanya menawarkan kesejukan wisata air, melainkan juga menyajikan agro wisata Belimbing Dewa. Lokasi memang agak menjorok ke wilayah barat Kota Depok, tepatnya  di Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan. Namun, buah berwarna kuning-Orange keemasan itu tak hanya mampu menggoda mata melainkan juga menggiurkan untuk dicicipi, serta menantang untuk dipetik. "Pemerintah Kota Depok sengaja menjadikan wilayah Pasir Putih sebagai lokasi agro wisata. Karena disini tak hanya ada terdapat berhektar-hektar pohon Belimbing Dewa, tetapi juga ada koperasi, dan tempat pengolahan belimbing," kata Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kota Depok, Rinin Somantri, saat ditemui di Pusat Koperasi Pengembangan dan Pengolahan Belimbing Dewa, KelurahanPasir Putih, Kecamatan Sawangan.

Rinin mengatakan, Belimbing Dewa yang berasal dari kebun petani di Depok lebih unggul dibandingkan buah belimbing lainnya yang ada di Indonesia. Tak banyak orang tahu kalau Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sangat menyukai Belimbing Dewa khas Kota Depok. "Saya dengar langsung dari orang dalam istana kalau Presiden SBY sering promosi Belimbing Dewa kepada para tamu negara. Bahkan, pihak istana selalu memesan parsel isi Belimbing Dewa dari Depok," katanya.

Ia menambahkan, agro wisata Belimbing Dewa tidak hanya menawarkan para pengunjung untuk menikmati kesegaran buah belimbing yang dipetik langsung dari pohonnya. Melainkan, pengunjung dapat merasakan nikmatnya dodol belimbing, jus belimbing, sirup belimbing, kripik belimbing, mayones belimbing, winko belimbing, serta manisan belimbing. "Semua itu dapat di nikmati pengunjung yang datang ke lokasi agro wisata Pasir Putih. Untuk membeli pernak-pernik makanan belimbing tersebut, pengunjung tidak perlu merogoh kantong terlalu dalam, cukup dengan uang kecil mereka dapat merasakan nikmatnya Belimbing Dewa," kata Rinin.

Rinin mengatakan, di area agro wisata Belimbing Dewa, pengunjung akan dibuai wangi khas buah Belimbing Dewa yang sangat terkenal. Warna keemasan belimbing menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta panganan belimbing. "Manisnya buah belimbing khas Depok itu sangat menggoda selera," kata dia.

Dia mengatakan, luas kebun belimbing di Kota Depok secara keseluruhan mencapai kurang lebih 100 hektar. Tersebar di lima kecamatan yakni Sawangan, Pancoran Mas, Cimanggis, Limo, dan Beji. Untuk Sawangan sendiri, kata dia, terdapat 20 hektar kebun Belimbing Dewa.

Hanya saja, kata dia, lokasi kebun belimbing yang dijadikan lokasi wisata tidak terdapat di satu titik, melainkan ada dibeberapa titik kebun belimbing milik petani. "Siapa yang datang ke lokasi ini dapat diantar langsung ke lokasi wisata. Bila di kebun Anda tidak mendapatkan belimbing yang Anda inginkan, Anda bisa langsung datang ke koperasi. Setiap hari petani menyetor belimbing ke koperasi," kata dia.

Bagi mereka yang ingin belajar bertani Belimbing Dewa, dan mendapatkan bibit Belimbing Dewa, dipersilakan untuk datang ke petani. Mereka akan dengan sukarela mengajarkan bagaimana menghasilkan belimbing kualitas terbaik. Apa saja yang dilakukan agar belimbing menghasilkan buah belimbing yang besar. "Petani akan dengan sukarela mengajarkan para pengunjung," tuturnya.

Sementara itu, petani Belimbing Dewa di RT06 RW2, Suhaemi HB mengatakan, biasanya pada musim panen di bulan Juni, Juli, dan Agustus, akan banyak pengunjung yang datang ke kebunnya. Kebanyakan dari mereka datang dari wilayah Jakarta, Bogor, Bekasi, dan Tangerang. Mereka datang ke kebun secara langsung untuk merasakan nikmatnya Belimbing Dewa yang baru saja dipetik. "Selain memetik buah belimbing sendiri, mereka juga diajarkan bagaimana bertani Belimbing Dewa," kata dia.

Suhaemi mengatakan, kebanyakan mereka yang datang ke lokasi agro wisata Pasir Putih merupakan penggila buah belimbing. Para penggila buah belimbing itu akan dengan suka hati mendatangi kebunnya hanya untuk memetik buah Belimbing Dewa langsung dari pohonnya. "Ada sensasi tersendiri jika kita memetik buah dari pohonnya langsung, dan memakannya di kebun," kata dia.

Masalah harga, kata dia, para wisatawan tidak perlu takut karena petani sudah bersepakat harga-nya disesuaikan dengan harga koperasi. Untuk grit A per kilogramnnya di hargai Rp5500 sampai Rp6500. Sedangkan untuk grit B per kilonya Rp3000 sampai Rp5500. Penentuan grit pada buah belimbing dilihat dari besar kecil-nya buah. Untuk buah yang masuk kategori grit A per kilonya hanya tiga sampai empat buah. Grit B, lima sampai enam buah. "Untuk menghasilkan buah belimbing berkualitas dibutuhkan pengairan yang cukup. Kita saat ini sedang bekerjasama dengan IPB dan UI untuk mencari alat yang efektif melakukan pengairan," kata dia.

Suhaemi berharap, wilayah agro wisata tidak hanya menjadi impian para petani di Depok, melainkan telah terprogram dalam kebijakan pemerintah Kota Depok. Artinya, seluruh penduduk Pasir Putih yang memiliki pekarangan diwajibkan menanamkan pohon belimbing di pekarangan rumahnya. Selain itu, jalanan menuju kebun belimbing milik petani harus diperbaiki, agar pengunjung yang ingin merasakan manisnya Belimbing Dewa tidak kesulitan untuk mencapai wilayah agro wisata ini. "Saya yakin buah eksotik ini dapat memikat hati masyarakat. Bukan hanya mereka para pecinta belimbing melainkan mereka yang ingin merasakan buah belimbing," ujarnya.

Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mengatakan, kebaradaan Belimbing Dewa sebagai ikon Kota Depok telah banyak mendapat penghargaan. Penghargaan tersebut tidak hanya dalam bentuk permodalan. Tetapi, bentuk-bentuk lainnya seperti subsidi. "Peran pemerintah sudah banyak dalam mendukung petani Belimbing Dewa. Seperti penyaluran bibit, pelatihan tentang pengolahan belimbing, pembentukan kelompok kerja khusus untuk belimbing, dan permodalan," kata dia.

Nur menegaskan, ikon Belimbing Dewa sudah diperkenalkan ke khalayak melalui berbagai karya. Misalnya, dalam bentuk souvenir cantik, yang oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Depok pernah dihargai sebagai pemenang dalam lomba kerajinan di Kota Depok. Bahkan, lima dari 10 desain batik khas Depok berlambangkan belimbing.

Dia mengungkapkan, tingginya kepedulian pemerintah untuk menjaga ikon tersebut juga ditunjukkan dengan dijadikannya area Belimbing Dewa di Kecamatan Sawangan sebagai daerah tujuan wisata. Untuk memanfaatkan ikon kota tersebut, dia mempersilakan warga Depok untuk bisa berkreasi menghasilkan karya, seperti membuat kalung liontin dari belimbing, cincin dari belimbing, dan kreasi lainnya yang bisa meningkatkan perekonomian warga. "Silakan berkreasi dan berinovasi," tandasnya.

Rinin mengatakan, sebetulnya buah Belimbing Dewa tidak hanya didapat di kebun Belimbing Dewa. Masyarakat bisa dapat belimbing khas Kota Depok Cerrefour, Total Kelapa Gading, Makro, Yogya Departemen Store, TOP Cibubur, Toko Buah Fresh, Kuncoro, dan masih banyak lagi. "Namun sensasi menikmati buah belimbing lebih nikmat jika langsung dipetik dari pohonnya," kata dia. (wisata kuliner depok)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »