Harga Rusunawa Depok Mulai Rp200 Ribu per Bulan

Depok - Rumah Susun Sewa (Rusunawa) di Depok yang sudah rampung dibangun sejak 2007 akan dibuat aturan khusus. Aturan tersebut terkait dengan siapa saja yang bisa menyewa Rusunawa itu dengan memprioritaskan masyarakat miskin dan buruh.



Kepala Unit Pelaksana Teknik (UPT) Rusunawa Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Kota Depok Ade Rizal mengaku, untuk harga sewa per kamarnya akan disesuaikan dengan lantai dengan selisih Rp25 ribu rupiah setiap lantai.

"Kamar di lantai I seharga Rp250 ribu per kamar, lantai II Rp225 ribu, lantai III Rp200, dan lantai IV Rp175 ribu," katanya, Kamis (4/4/2013).

Menurut Ade, harga itu sudah sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 68 tahun 2011 tentang retribusi pemanfaatan kekayaan daerah. "Tapi harga itu di luar (pembayaran) listrik dan air," jelasnya.

Salah seorang penghuni Rusunawa, Nani Winandri (46) mengatakan ia terpaksa menghuni Rusun itu karena pendapat suaminya tidak mencukupi untuk membayar kontrakan lain.

"Suami saya kan hanya tukang ojek, sebenarnya Rusunawa ini belum siap pakai. Soalnya, air untuk mandi dan keperluan rumah tangga hanya bisa diisi dua hari sekali karena  pompa air masih belum maksimal. Kadang-kadang saya mandi di Masjid di luar Rusunawa jika air tidak ada," jelasnya.

Selain itu, Nani yang tinggal di lantai II menara I Rusunawa itu baru memiliki tiga orang tetangga. Hal itu membuat dia kerap ketakutan jika suaminya terlambat pulang di malam hari.

"Kalau malam takut tinggal karena suasana sepi dan penerangan minim, apalagi akses kendaraannya juga susah, di perkampungan," tuturnya. (Okezone, depok properti)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »