Jadwal KRL Tengah Malam akan Dihapus

Depok -PT KAI menghapus jadwal perjalanan kereta api rel listrik (KRL) tengah malam. Penumpang KRL Kota Depok mempertanyakan penghapusan jadwal perjalanan kereta tengah malam tersebut.



"Saya keberatan dengan penghapusan tersebut. Pasalnya, sebagai pekerja swasta yang bergerak di bidang jasa, jam kerja di kantor tak terbatas. Saya lebih sering selesai kerja di atas pukul 22.00 WIB," terang salah satu penumpang, Indah Wulandari, 33, warga Kelurahan Depok, Pancoran Mas, di Stasiun Depok Baru, Kamis (2/5).

Indah menuturkan, masih banyak pekerja yang membutuhkan fasilitas KRL sebagai moda transportasi paling efektif. Dia meyakini penumpang masih sangat membutuhkan KRL tengah malam. Mengingat jarak tempuh yang panjang hanya dapat terjangkau dalam waktu cepat dengan menggunakan KRL.

"Penumpang commuter line kalau lembur bisa sampai tengah malem. Pas ada KRL malam ya naik kereta. Tapi infonya kemarin sudah tidak ada lagi kereta tengah malam," sesal Indah.

Wanita berjilbab itu menambahkan, banyak juga pekerja yang selalu menggunakan KRL sebagai transportasi. "Apalagi untuk perempuan, lebih nyaman naik kereta kalau malam daripada naik angkutan umum," ungkapnya.

Dirinya terpaksa harus mengeluarkan uang ekstra untuk naik taksi. Pasalnya, dia kurang nyaman jika harus naik angkutan perkotaan (angkot) pada tengah malam. Untuk itu, dirinya akan mencari teman yang sejurusan untuk pulang. "Naik taksi tapi patungan bayarnya. Dari Cikini ke Depok sekitar Rp90.000 sampai Rp100.000," bebernya.

Iskandar Haji, 33, penumpang lainnya mengatakan, naik KRL di atas pukul 22.00 WIB lebih lengang. Tidak bertumpuk-tumpuk macam ikan teri. Selain itu, penumpang bebas memilih tempat duduk. "Sudah pasti dapat duduk kalau naik kereta malam. Kalau masih pukul 21.00 mah masih ada saja yang berdiri," katanya.

KRL tengah malam, kata dia, juga membantu kinerja. Pasalnya, untuk mengejar kereta terakhir yang berangkat dari Stasiun Cikini, dia harus terburu-buru menyelesaikan pekerjaan. "Kerjaan saya harus sangat teliti. Kalau sudah enggak ada kereta malam, jadi harus buru-buru mengejar kereta terakhir jadinya. Pas ada kereta malam, semuanya dapat diatasi," ucapnya.

Alasan penghapusan jadwal tersebut karena dinilai sebagai inefisiensi. Karena dari delapan gerbong yang ada, jumlah penumpang hanya dua gerbong. "Saya lihat penumpangnya cukup banyak. Berarti masih banyak yang butuh nih buat membantu para urbaners," kata dia.

Kepala Humas PT KAI Daop I Sukendar Mulya menjelaskan, pengurangan jadwal perjalanan KRL tersebut karena minimnya peminat KRL di waktu tengah malam. Sehingga kereta kerap beroperasi dengan kondisi kosong.

Dia mengatakan, setelah satu bulan evaluasi pascapenambahan jadwal perjalanan KRL hingga tengah malam. Hasilnya banyak gerbong kosong. "Sejak pemberlakuan KRL malam hari pada 1 April, penumpangnya sangat sedikit. Sehingga kami alihkan perjalanannya ke perjalanan siang hari yang masih kosong dan pada jam yang memang dibutuhkan," kata dia.

KRL malam hari yang dihapus adalah KA 1043/1044 pukul 23.30 (Jatinegara–Depok) dan KA 648 pukul 00.25 (relasi Jakartakota-Bogor). Selanjutnya, akan dijalankan KRL relasi Jatinegara–Bogor berangkat 16.43 (KA 959/960) dan KRL 610 pukul 16.36 (relasi Jakarta kota–Bogor)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »