Murka Ketua DPRD Depok Murka, Ketika Bocah Korban Penembakan Dimintai Biaya

Depok - Kasus penembakan yang menimpa Fikri Rizki Fahrezi, siswa kelas 6 SDN Cipayung, Depok, Jawa Barat, mendapat perhatian Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Depok, Rintis Yanto.



Mendengar kabar ada warganya tertembak kawanan perampok, Rintis langsung menuju kediaman Rizki di gang Haji Botang, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok. Rintis pun mendapat informasi bahwa orang tua Rizki terpaksa meminjam uang lantaran tak sanggup membayar biaya rumah sakit.

Dengan wajah emosi, Rintis lalu menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Hardiyono. Awalnya, percakapan berjalanan normal. Namun tiba-tiba, emosi Rintis meletup karena menganggap Kadinkes tidak menanggapi dengan serius.
     
"Loh bapak ini bagaimana, saya dari tadi sudah sabar, bicara saya juga pelan. Maksud bapak apa sih, saya ini Ketua DPRD. Bapak tolong dengar saya dong. Ini warga kita. Masa dia sudah punya kartu Jamkesda masih juga ditagih biaya rumah sakit sampai jutaan rupiah. Asal bapak tahu, mereka ini warga kurang mampu, janganlah dipersulit," ucap Rintis dengan nada tinggi, Rabu 8 Mei 2013.
     
Tak lama setelah meluapkan kekesalannya, Rintis mengatakan permohonannya agar pihak Dinkes menyediakan ambulan dan membawa kembali Fikri Rizki Farezi ke rumah sakit. Rintis juga membekali keluarga korban dengan selembar memo khusus untuk diberikan ke rumah sakit.
     
Rizki tertembak komplotan perampok yang hendak membawa sepeda motor kakaknya, Omsatun Saban (18 tahun) di rumahnya, Selasa malam, 7 Mei 2013. Saban memergoki perampok yang akan membawa kabur motornya yang sedang parkir di halaman rumah.

Perampok pun menodongkan pistol ke arah Saban. Sontak Saban takut dan masuk ke dalam rumah. Namun nahas, Rizki malah ke luar sehingga ia jadi korban tembakan perampok. Rizki pun terkapar dan terluka serius di paha sebelah kanan.
     
Namun rupanya nasib malang Rizki tak sampai di situ. Belakangan diketahui keluarganya terpaksa mengutang untuk membayar biaya rumah sakit sekitar Rp1 juta. Padahal, korban sebagai warga kurang mampu itu telah memiliki kartu Jaminan Kesehatan Daerah. Hal inilah yang kemudian menyulut emosi Ketua DPRD Depok, Rintis Yanto. (kriminalitas depok, vivanews)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »