Safari Malam Tahun Baru Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) STEI SEBI

Depok - Rabu (31/12) kemarin, Masjid Baitul Ihsan (BI) Bank Indonesia - Jakarta Pusat, menggelar kegiatan Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) akhir tahun. Mabit tahun ini bertemakan “Al-Qur’an Menjawab Tantangan Zaman” dengan menghadirkan para pembicara ternama seperti Ust. DR. Amir Faishol Fath, MA, Ust. Qusyairi Suhail, MA, Ust. Hari Sanusi, Al-Hafizh, Ust. Herry Nurdi, dan Ust. Dadang Sukendar serta imam shalat tahajud Ust. DR. Abul A’la Al Maududi.



Seusai shalat maghrib, kegiatan diawali dengan membaca al-ma’tsurat dan tilawah Al-Qur’an oleh seluruh peserta. Peserta berasal dari berbagai daerah dan berlatar belakang yang berbeda. Semuanya berjumlah hampir 2500 orang. Salah satu rombongan peserta mabit tersebut adalah mahasiswa-mahasiswi STEI SEBI yang memang sengaja merencanakan untuk mabit akhir tahun bersama-sama. Sebanyak 2 bis mengangkut sekitar 100 mahasiswa-mahasiswi, berangkat dari kampus STEI SEBI pada pukul 16.20 WIB dan tiba di Masjid BI pada pukul 19.00 WIB.

“Assalaamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.” MC mulai membuka acara mabit yang diselenggarakan oleh Daarut-Tauhid Jakarta itu tepat pukul 19.30 WIB. Setelah salam dan shalawat pembuka diucapkan, diperdengarkanlah lantunan ayat suci Al-Qur’an dan tadabur  QS. Fushilat ayat 47-54 oleh Ust. Hari Sanusi A-Hafizh. Semua peserta menyimaknya dengan baik. Tidak lama kemudian, Ust. Qusyairi Suhail mengisi materi seputar fleksibilitas Al-Qur’an terhadap zaman.

Setelah itu, mabit diisi dengan materi dari Ust. DR. Amir Faishol Fath tentang tafsir kata  Al-Qur’an Menjawab Tantangan Zaman yang dimoderatori oleh Dadang Sukendar. Ust. Faishol menuturkan, “Kenapa mesti Al-Qur’an? Ada 3 hal yang melatarbelakanginya. Pertama, karena ia adalah kalam Allah. Kedua, karena ia adalah buku hidayah. Dan yang ketiga adalah karena ia merupakan nikmat teragung.”
Peserta istirahat pada pukul 00.30 WIB setelah mendengarkan materi dari Ust. DR. Amir Faishol Fath, MA. Kemudian melanjutkan rangkaian acara mabit pada pukul 03.00 WIB dengan tahajud dan muhasabah yang dipandu oleh Ust. DR. Abul A’la Al-Maududi.

Seusai shalat shubuh, Ust. Herry Nurdi memberikan materi terkait tema. Beliau menuturkan, “Aktivis muda boleh hanya berdiam diri di kampus. Mereka sudah seharusnya turun ke lapangan. Masih banyak masyarakat dipelosok sana yang belum merasakan ‘kesegaran’ agama Islam. Misalnya saja dalam hal pendidikan. Di salah satu kampung di Bogor, saya temukan hanya ada satu orang yang saja yang berhasil lulus SMP dan masyarakat kampung ini baru merasakan merdeka dua bulan yang lalu setelah aliran listrik berhasil memasuki kampung.”
Acara pun berakhir setelah materi tersebut pada pukul 06.10 WIB. Seluruh perserta satu per satu mulai meninggalkan masjid. Juga rombongan dari STEI SEBI. Sebelum kembali ke kampus, Wakil Presiden 2 BEM STEI SEBI, Tati Rahmawati, yang juga menjadi peserta mabit tersebut menuturkan sebuah testimoni, “Subhaanallah acara mabit di malam tahun baru ini. Begitu banyak ilmu yang di dapat. Para pembicara dan tema “Al-Qur’an Menjawab Tantangan Zaman” juga sangat luar biasa. Banyak sekali masyarakat yang antusias mengikuti rangkaian acara padahal tahun baru identik dengan kesenangan-kesenangan dunia. Saya yakin ini adalah skanario Allah menuju kemajuan Islam di akhir zaman ini.” (khafa/steisebi)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

2 comments

Write comments
January 3, 2014 at 5:41 PM delete

masya Allah,,,
Mahasiswa Ekonomi Safari tahun baru dimasjid Baitul Ihsan (BI) Bank Indonesia - Jakarta Pusat.

Reply
avatar