Maling Beraksi Saat Gempa di ITC Depok

Maling Beraksi Saat Gempa di ITC Depok - Ketika pengunjung dan karyawan toko di ITC Depok panik lantaran gempa bumi berkekuatan 6,1 skala richter terjadi di Samudera Hindia guncangannya sampai ke Depok, kawanan maling malah memanfaatkan situasi tersebut.

Gara-gara gempa di kedalaman 64 kilometer, tepatnya 43 kilometer sebelah barat daya Kabupaten Lebak, Banten pada Selasa (23/1/2018) sekitar pukul 13.30, WIB, seluruh pegawai maupun pengunjung ITC Depok panik.

Seluruh transaksi jual beli spontan berhenti, pengunjung dan pembeli berlarian menyelamatkan diri ke luar gedung pusat perbelanjaan.

Namun musibah yang terjadi itu justru dimanfaatkan orang tak bertanggung jawab untuk mencuri ponsel yang tidak terjaga.

Maling Beraksi Saat Gempa di ITC Depok

Maling Beraksi Saat Gempa di ITC Depok
Maling Beraksi Saat Gempa di ITC Depok

Belasan unit ponsel beragam jenis dan merek hilang ketika para karyawan toko kembali ke tokonya masing-masing.

"Banyak yang hilang bang, toko sebelah saya aja bilang hilang lima (unit ponsel), sebelahnya lagi hilang juga-malah lebih banyak. Untungnya toko saya sendiri aman, begitu gempa kita langsung gercep (gerak cepat) konci, saya juga nggak turun," ungkap Restu Mustakim, Sales OPPO ITC Depok dihubungi pada Selasa (23/1/2018).

Atas kejadian tersebut, para pegawai pun melaporkan kejadian kepada petugas keamanan ITC Depok yang dilanjutkan kepada pihak Kepolisian.

Belum diketahui berapa total kerugian akibat pencurian, hanya saja dipastikannya semua pegawai toko yang mengalami kehilangan bakal mengganti kerugian.

"Kasihan juga sih bang, tapi apa boleh buat. Harus ganti, soalnya kan lalai. Ya walaupun pas kejadian (gempa) itu semuanya nyelametin diri," ungkapnya menambahkan.

Walau dipastikan tidak memicu tsunami, gempa bumi berkekuatan berkekuatan 6,1 skala richter yang terjadi di Samudera Hindia dengan kedalaman 64 kilometer, tepatnya 43 kilometer sebelah barat daya Kabupaten Lebak, Banten pada Selasa (23/1/2018) siang menyebabkan kerusakan ratusan bangunan.

Kerusakan tersebut diungkapkan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho terjadi di sejumlah wilayah Banten, DKI Jakarta hingga separuh Jawa Barat.

Berdasarkan data sementara, ratusan rumah rusak dilaporkan terjadi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Selain itu, terdapat sebuah rumah rusak berat di Desa Tanggeung dan Desa Pagermaneuh.

Sedangkan di Kabupaten Sukabumi, dilaporkan terdapat sembilan rumah rusak ringan, sebuah rumah rusak sedang, satu masjid rusak berat, dan dua fasilitas umum kesehatan rusak ringan.

Kabupaten Bogor terdapat beberapa rumah dan bangunan rusak di Kecamatan Sukajaya, Kecamata Nanggung, Kecamatan Megamendung, Kecamatan Caringin, dan Kecamatan Cijeruk.

Sementara, Pandeglang yang merupakan wilayah terdekat dengan pusat gempa mengalami kerusakan terparah dengan total kerusakan sebanyak 115 unit rumah, sebuah Masjid dan satu puskesmas roboh. Selain itu, Aula SMA CMBBS Pandeglang dilaporkan roboh hingga melukai sejumlah siswa.

"BPBD bersama unsur lainnya masih melakukan pendataan dampak kerusakan akibat gempa 6,1 skala richter. Data akan bertambah karena diperkirakan masih terdapat bangunan yang rusak," tutupnya menambahkan

Salah satunya terjadi di SMK Tenggeung Kecamatan Tanggeung Kabupaten Cianjur, Jawa Barat yang menyebabkan enam pelajar mengalami luka berat dan dua pelajar luka ringan akibat tertimpa genteng.

(Berita Kota Depok)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »